Perhatian!

Edisi-pertama, hasil jepretan tim kebingungan.com pada 3 januari 2012, saran, kritik, iklan dan donasi silahkan sampaikan di kebingungan1@ gmail.com atau sms / telf. 085736670734

24 Mar 2012

Angin Segar bagi Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya


Jum’at malam 2 september 2009 merupakan sebuah malam yang tak terlupakan bagi pecinta batik Indonesia. Pasalnya, pada malam itulah dari AbuDhabi UNESCO baru meresmikan pengakuanya di dunia bahwa Batik merupakan karya seni warisan budaya Asli Indonesia. Pada tanggal tersebut Presiden SBY menghimbau kepada seluruh warga Indonesia untuk mengenakan batik sebagai wujud rasa bangganya, para departemen dan instansi pemerintah pun menyambutnya dengan aktif. Aku sendiri juga senang sekali mendengar berita tersebut, meski sempat menjadi rebutan antar negara, ternyata nasib batik kita tidak semalang nasib pulau – pulau terpencil di negeri ini. makna dari peresmian tersebut adalah, kalau kesenian batik ini mengudara di dunia, maka nama Indonesialah yang akan terangkat, bukan negara sebelah, hehe.

oh iya, disini aku kutipkan beberapa kabar terkini tentang hebohnya batik Indonesia yang akan membuat kita semakin bangga memakainya.
 
1. Indonesia terpilih untuk memamerkan lukisan batiknya di Kuwait.
 Disebutkan, sebanyak 25 seniman dari berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, China, Oman, Turki dan Indonesia, dan kalangan seniman setempat, akan menggelar karya-karya seni mereka dari tanggal 15-17 Maret 2012 dalam acara bertajuk "Art and Creativity 2012" di Kuwait. kalau nggak percaya, klik disini!
2.  Fashion Carnaval akan memamerkan batik Papua.
 Fashion carnaval pada 21 April 2012 tersebut digelar bertepatan dengan hari lahirnya Butik Batik Port Numbay yang memasuki tahun ke lima dalam berkarya memperkenalkan batik dan mempertahankan motif dan corak berbagai daerah di Papua yang memiliki nilai budaya yang tinggi. Acara ini akan didukung oleh 60 model asal Papua. kalau nggak percaya ato pingin lihat berita lebih lengkap klik disini!
3.  Batik TV di Pekalongan akan mulai mengudara pada 1 April 2012
Jakarta (ANTARA News) - Walikota Pekalongan, Mohamad Basyir Ahmad mengatakan Pekalongan akan segera meluncurkan saluran televisi lokal."Kami akan meluncurkan Batik TV pada 1 April," kata Basyir pada jumpa pers penghargaan Indonesia Open Source IOSA 2012 di Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Jakarta.  kalau nggak percaya, silahkan klik disini!
4. UNESCO kagumi karya batik Pekalongan
pada waktu Asisten Direktur Umum Kebudayaan Unesco, Francesco Bandarin berkunjung ke Pekalongan, dia mengatakan "Kota Pekalongan sudah terkenal, apalagi jika dikaitkan dengan penghargaan Unesco terhadap batik sebagai warisan budaya tak benda. Kami kagum dengan produk kerajinan batik itu," kalau nggak percaya, klik saja disini! 

5. Bill Gates aja terlihat lebih keren saat memakai Batik Indonesia 
 Meski budaya asli Indonesia, namun bukan berarti batik hanya terbatas untuk masyarakat Tanah Air. Banyak tokoh dunia yang pernah merasakan hangatnya batik Indonesia. Termasuk di antaranya Bill Gates, pendiri Microsoft Corp. Kisah unik Bill Gates berbatik ini didapat ketika sang miliuner bertandang untuk pertama kalinya ke Indonesia pada Mei 2008 lalu. kalau pingin melihat gambar dan berita lebih lengkap klik saja disini!

nah, banyak sekali kan penghargaan dari tokoh -tokoh besar dunia kepada batik kita! tidak malu kalau kita sebagai generasi muda nggak ikut andil melestarikannya? ayo - ayo...! mbak, mas, adhik, bapak, dan ibu sekalian....kita lestarikan batik sebagai warisan budaya asli Indonesia....! oh iya, kakek dan nenek sekalian juga boleh ikut lho...!


aku jadi teringat pelajaran seni waktu masih duduk di bangku SMP. Karya seni adalah buah tangan manusia yang memancarkan sinar keindahan dan memikat hati setiap mata yang memandangnya, selayaknya batik Indonesia memiliki derajat yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan berbagai jenis seni lain di dunia, logikanya begini, kalau seni lukisan, seni tari, seni musik dan lainnya hanya dapat dinikmati pada moment – moment tertentu saja, maksudnya, disaat ada orang yang memainkan karya seni tersebut, kita baru bisa menikmatinya, tapi kalau seni yang berupa pakaian batik  ini adalah seni yang berhubungan dengan kebutuhan primer kita, yaitu pakaian yang akan selalu dibutuhkan manusia itu sendiri, kapanpun – dan dimanapun bisa kita kenakan sebagai pakaian kebangaan kita. bahkan semua kalangan bisa memakainya.

Batik adalah sebuah karya seni  tradisional yang amat berharga dari Indonesia, sebagai bukti keberhargaannya, beberapa waktu yang lalu hak patennya hendak direbut oleh Negara tetangga kita. Namun sayang,  Sebagai warisan budaya batik kurang dipelihara oleh generasi muda penerus bangsa ini. Memang sih, pemerintah  sudah berupaya menanamkan rasa cinta generasi muda kita kepada budaya batik ini, salah satunya mewajibkan para siswa sekolah untuk mengenakan seragam batik  pada hari – hari tertentu, tapi sayang, upaya pemerintah ini tidak terlalu mengena di hati para generasi muda. Mereka lebih cenderung untuk mengadopsi budaya berpakaian barat yang mereka anggap lebih ngetrend. Mereka mengenakan seragam batik sekolah itu tanpa penjiwaan layaknya memakai seragam yang lain. mereka memakainya karena paksaan dan peraturan dari sekolah. Bahkan pengalaman saya waktu masih duduk di bangku SMP dulu, kami tidak tau maksud sekolah mewajibkan seragam batik kepada kita setiap hari rabu dan kamis, karena seingatku, memang pak guruku saat itu tidak pernah menjelaskan kepada kita alasan sekolah mewajibkan memakai batik kepada kita. atau mungkin yang membuatku nggak paham karena kebodohanku saat itu kali ya, Seolah peraturan mulia demi melestarikan budaya itu terasa mentah terbaur dengan kakunya peraturan sekolah.  buat generasi muda yang masih totol sepertiku saat itu, segera bangun, sadar dan nikmati! batik itu keren lho....

Tapi pasca rame – rame batik Indonesia akan direbut oleh Negara tetangga kita kemarin seolah menjadi  cambuk bagi generasi muda kita. mereka baru ingat kalau ternyata punya karya seni tinggi yang hendak dicuri orang lain. akhirnya ada angin segar bagi kelestarian budaya batik Indonesia. Saat isu itu mencuat di media massa, seolah semua warga Indonesia baru naik pitam, geram karena mendengar jeritan sang batik yang hendak diculik dari tanah kelahirannya. Padahal sebelum itu usaha pemerintah untuk melestarikannya hanya dianggap angin lalu yang cukup ditengok, setelah itu berpaling lagi.

Coba bayangkan, seandainya kita mewariskan sebuah cincin berharga kepada anak kita, cincin emas itu kita wariskan dengan pesan bukan untuk dijual, melainkan untuk dipakai dan di simpan sebagai kenangan, seiring bergantinya hari, anak kita tak menghargai lagi warisan kita tersebut, alih – alih memakainya, menjaganya saja sudah tidak sudi lagi, padahal diluar sana, keindahan cincin emas kita itu menjadi buah bibir orang banyak, namun anak kita tidak menyadarinya, mereka malah tergiur dengan cincin emas – cincin emas terbaru mereka. padahal usaha kita untuk membeli cincin tersebut dahulu sangat sulit sekali. Hingga suatu saat cincin emas tersebut diambil oleh orang lain yang memang sejak lama mengincarnya. Tak terkita, betapa banyak air mata yang tertumpah karena sakitnya perasaan kita.

Begitu  juga dengan nasib batik kita, sebagai warisan budaya yang sudah diakui dunia seharusnya kita menjaganya, tak usah melihat dan menungggu orang lain. kalau bukan kita siapa lagi? Mulai sekarang sudah banyak para pemuda yang bangga dengan budaya batiknya, kesannya rapi, santun dan mengandung nilai keformalan yang tinggi, bisa kita lihat saat lebaran tiba, banyak pemuda yang memakai batik terbarunya untuk bersilaturahim dengan sanak kerabatnya di kampung, para kawan – kawan mahasiswa pun kini mulai bangga dengan batiknya saat kuliah. Aku sendiri punya satu hem dan kaos batik sebagai baju andalanku…ayo pakai batik…!


Selayaknya pemerintah juga berandil aktif dalam melestarikan batik indonesia ini, segera lindungi dan permudah pematenan setiap karya dari para seniman batik tanah air, berilah  penghargaan bagi para seniman batik pelestari warisan ini. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya tidak akan pernah rela batik kita tergeser oleh trend pendatang dari barat! Para turis mancanegara saja bangga memakai batik di Bali, relakah kita membengkalaikannya?  

Tulisan ini disertakan pada lomba Blog Entry bertema Batik Indonesia, kerja sama Blogfam dan www.BatikIndonesia.com

komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More