Perhatian!

Edisi-pertama, hasil jepretan tim kebingungan.com pada 3 januari 2012, saran, kritik, iklan dan donasi silahkan sampaikan di kebingungan1@ gmail.com atau sms / telf. 085736670734

20 Apr 2012

Sekuat apapun laki – laki akan tkhluk pada wanita

Ungkapan ini saya denger langsung dari seorang temen saya yang berprovesi sebagai tutor sekaligus pemilik sebuah Kursusan di kampung Inggris.

Ceritanya gini, temenku ini begitu mengidam – idamkan model rambut gimbal dan gondrong. Saking demennya dengan rambutnya itu, dia beberapa kali meninggalkan peluang besar demi mempertahankan rambutnya agar tetep gondrong.  Dia pernah kuliah di jurusan pendidikan Bhs Inggris sampai semester 6, pada akhir – akhir semester itu, pihak Fakultas mewajibkan para mahasiswanyya untuk merapikan rambut dalam rangka menyongsong PPL . namun temenku ini besikukuh tidak mau memotong  memotong rambutnya, akhirnya pihak universitas memberi  2 option. pilih tetep kuliah, tapi potong rambut gondrongnya, atau pilih tetep gondrong, tapi Keluar kuliah, Singkat cerita dia pun memilih keluar dari kuliah daripada rambutnya dipotong.  Dia juga pernah ditawari untuk mengajar di beberapa kursusan di kampung Inggris, tapi kalau kursusan itu mensyaratkan untuk memotong rambutnya, dia akan menolaknya mentah – mentah. Padahal di luar sana, orang rela melakukan apa saja agar mendapatkan pekerjaan.

Singkat cerita, temanku ini kenal dengan seorang cewek. Si cewek memang luar biasa, dia hafal seluruh Al Qur’an,  Bahasa Inggrisnya OKE, kalo keluar selalu memakai jilbab, namun penampilannya ssederhana serta tidak glamor. Meskipun banyak sekali para wanita yang tertarik sma kwanku ini, tpi ternyata kawanku ini justru hanya tertarik sma cewek yg luar biasa tadi. Saat hati keduanya telah menyatu si cewek punya sebuah permintaan yang sebenarnya amat berat bagi temenku. Sang cewek berkata, Kalo masih pengen melanjutkan hubungan dengan dia, si cewek meminta kawanku untuk memotong rambutnya. Sontak kawanku pun pusing tujuh keliling, namun akhirnya luluh juga. nggak begitu lama diapun merapikan rambutnya. Kini mereka berdua sudah menikah dan dikaruniai seorang putri. Saat cerita denganku, kawamku ini begitu memuji – muji istrinya, sekarang temanku juga lebih rajin untuk mendalami agama dan tidak canggung pergi kemana – mana memakai sarung.

Demikian coretan asal asalan pengalaman pribadiku ini, semoga berguna..and.... salam kebingungan brow....

komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More