dulu, waktu di solo, pernah ane ketemu sama seorang bapak - bapak yang mau nyeberang jalan dengan kursi rodanya. dari kejauhan ane lihat tuh bapak - bapak, kasihan banget yah....tanpa pikir panjang, ane deketin tuh bapak - bapak, ternyata kakinya cuma satu dan tangannya ceko. " mau kemana pak?" tanyaku dengan lembut " mau ke seberang sana mas " jawabnya sambil menunjuk ke arah jalan,
" bapak ini darimana mau kemana? mari saya antar sampai tujuan".
saya dari jogja mau mencari istriku ini lho mas" jawabnya sambil menyodorkan kertas fotocopian hitam putih agak samar, dari gambar tersebut aku bisa menebak bahwa itu adalah gambar istrinya yang telah pergi dengan laki - laki lain sedang merangkul anak laki - laki seusia TK yang hilang.
mari pak, saya bantu mencari istri dan anak bapak sampai ketemu, kataku gengan semangat, maklum ane kagak tahan kalo lihat orang cacat kayak gitu muter - muter daerah pasar sebelah utara terminal solo untuk nyari anak dan istrinya yang meninggalkannya sejak 5 tahun yang lalu.
kudorong hampir 2 jam mengelilingi komplek perumahan t=yang ada di dekat pasar sunggingan itu, sambil berjalan, dia menceritakan bahwa dari jogja sampai solo, dia hanya naik kursi roda tersebut selama 2 hari 2 malam. setelah kakiku mulai kaku karena kecapean berjalan, dan matahari mulai mendekati persemaiannya di ufuk barat, ane ingat, masyaAllah, ane belum sholat ashar bang...." aku pun izin untuk sholat ashar di sebuah masjid di pinggir jalan, saat si bapak saya ajak sholat ashar, ternyata dia bukan seorang muslim, melainkan kristen katolik. aku pun izin untuk sholat dan meninggalkannya di depan masjid dengan janji setelah selesai sholat ashar akan ku bantu kembali untuk nyari keluarganya, bahkan sampai malam pun aku bersedia menemaninya, karena kasihan bro, mau tidur dimana dia...andai rumahku deket situ tak ajak dia mampir ke rumahku, batinku.
tastaghfirullah, ternyata saat aku keluar dari masjid, sang bapak beserta kursi rodanya sudah tidak ada. aku pun mencari - cari de sekitar situ, namun tidak ketemu, karena waktu sudah sore, kuputuskan untuk kembali ke pangkalan bus dan melanjutkan tujuan utamaku, yaitu ke semarang.
tak kuduga, ternyata dalam perjalananku menuju pemberhentian bus bapak - bapak ini sedang menerima uang dari salah seorang penjaga bengkel, dari kejauhan kuikuti dia, ternyata dia mengetuk rumah demi rumah, toko demi toko, untuk meminta uang, dassaaaarrrr.... ternyata dia adalah pengemis. belakangan aku tau, namanya adalah Roymundus. dia juga punya account facebook, tapi aku nggak pernah mengeceknya, pertanyaannya adalah:
1. akunya yang bego kah karena baru kenal, langsung mendorong kursi rodanya 3 jam lebih mengelilingi kampung?
2. berapa banyak uang yang nggak jadi pengemis dapatkan selama tak dorong tadi? soalnya selama tak dorong dan tanya - tanya warga, dia tidak menerima uang sepeserpun dari oarang - orang kampung.
3. mungkinkah seperti itu trik pengemis agar tidak diketahui identitasnya...( mengaku orang jauh dengan alamat palsunya )
4. mungkin akunya yang LUGU ( LUcu dan GUoblok ) soalnya gara - gara dia, kakiku kaku semua, dan aku terlambat sampai semarang malam hari.....renungan yang konyol, selamat mencoba artikel amburadul ini sahabat blogger..
" bapak ini darimana mau kemana? mari saya antar sampai tujuan".
saya dari jogja mau mencari istriku ini lho mas" jawabnya sambil menyodorkan kertas fotocopian hitam putih agak samar, dari gambar tersebut aku bisa menebak bahwa itu adalah gambar istrinya yang telah pergi dengan laki - laki lain sedang merangkul anak laki - laki seusia TK yang hilang.
mari pak, saya bantu mencari istri dan anak bapak sampai ketemu, kataku gengan semangat, maklum ane kagak tahan kalo lihat orang cacat kayak gitu muter - muter daerah pasar sebelah utara terminal solo untuk nyari anak dan istrinya yang meninggalkannya sejak 5 tahun yang lalu.
kudorong hampir 2 jam mengelilingi komplek perumahan t=yang ada di dekat pasar sunggingan itu, sambil berjalan, dia menceritakan bahwa dari jogja sampai solo, dia hanya naik kursi roda tersebut selama 2 hari 2 malam. setelah kakiku mulai kaku karena kecapean berjalan, dan matahari mulai mendekati persemaiannya di ufuk barat, ane ingat, masyaAllah, ane belum sholat ashar bang...." aku pun izin untuk sholat ashar di sebuah masjid di pinggir jalan, saat si bapak saya ajak sholat ashar, ternyata dia bukan seorang muslim, melainkan kristen katolik. aku pun izin untuk sholat dan meninggalkannya di depan masjid dengan janji setelah selesai sholat ashar akan ku bantu kembali untuk nyari keluarganya, bahkan sampai malam pun aku bersedia menemaninya, karena kasihan bro, mau tidur dimana dia...andai rumahku deket situ tak ajak dia mampir ke rumahku, batinku.
tastaghfirullah, ternyata saat aku keluar dari masjid, sang bapak beserta kursi rodanya sudah tidak ada. aku pun mencari - cari de sekitar situ, namun tidak ketemu, karena waktu sudah sore, kuputuskan untuk kembali ke pangkalan bus dan melanjutkan tujuan utamaku, yaitu ke semarang.
tak kuduga, ternyata dalam perjalananku menuju pemberhentian bus bapak - bapak ini sedang menerima uang dari salah seorang penjaga bengkel, dari kejauhan kuikuti dia, ternyata dia mengetuk rumah demi rumah, toko demi toko, untuk meminta uang, dassaaaarrrr.... ternyata dia adalah pengemis. belakangan aku tau, namanya adalah Roymundus. dia juga punya account facebook, tapi aku nggak pernah mengeceknya, pertanyaannya adalah:
1. akunya yang bego kah karena baru kenal, langsung mendorong kursi rodanya 3 jam lebih mengelilingi kampung?
2. berapa banyak uang yang nggak jadi pengemis dapatkan selama tak dorong tadi? soalnya selama tak dorong dan tanya - tanya warga, dia tidak menerima uang sepeserpun dari oarang - orang kampung.
3. mungkinkah seperti itu trik pengemis agar tidak diketahui identitasnya...( mengaku orang jauh dengan alamat palsunya )
4. mungkin akunya yang LUGU ( LUcu dan GUoblok ) soalnya gara - gara dia, kakiku kaku semua, dan aku terlambat sampai semarang malam hari.....renungan yang konyol, selamat mencoba artikel amburadul ini sahabat blogger..


