1. Karakter buruk bertemu dengan karakter lemah
Contohnya : ia berpotensi untuk riya’ dan sombong, namunkarena lemah, maka lemahnya tidak mengancam dan menulari orang lain, hanya berdampak negatif untuk dirinya sendiri aja. Jadi, meskipun orang ini tidak merugikan orang lain, tapi tanpa sadar, ia malah merugikan dirinya sendiri.
2. Karakter buruk bertemu dengan karakter lemah.
Contohnya: seseorang itu jujur, namun peluoa, sehingga kelemahannya ini banyak dijadikan cemoohan orang. Berarti orang seperti ini memang baik, namun sayang, belum bermanfaat bagi orang lain.
3. Karakter buruk yang menempel pada orang yang kuat.
Contohnya : ia orang yang tidak senang dengan kesuksesan orang lain dan menjadikan pengaruhnya untuk menghasut orang lain dalam mencelakakan kawannya, atauoun untuk memfitnah seseorang. Jadi orang dengan tipe seperti ini berbahaya, dan membahayakan orang lain.
4. Karakter baik yang melekat pada orang yang kuat.
Contohnya : ia adalah orang yang amanah dan dengan jabatan serta kecerdasa yang dimilikinya ia bantu orang lain yang tertindas untuk mendapatkan haknya. jadi orang tipe superior seperti ini baik dan bermanfaat kepada orang lain. Kehadirannya pun banyak ditunggu orang – orang di sekitarnya.


